7 Ciri Lowongan Kerja Palsu dan Cara Menghindarinya
Lowongan kerja palsu makin sering beredar lewat grup WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Sasarannya biasanya pencari kerja yang sedang butuh pekerjaan cepat. Kerugiannya bukan cuma uang, tapi juga data pribadi seperti KTP dan KK yang bisa disalahgunakan.
Berikut tujuh tanda yang perlu kamu waspadai sebelum mengirim lamaran.
1. Diminta membayar sejumlah uang
Ini tanda paling jelas. Perusahaan resmi tidak pernah meminta biaya pendaftaran, biaya seragam, biaya pelatihan, atau biaya "tiket travel" untuk interview. Kalau ada permintaan transfer dalam bentuk apa pun, hentikan prosesnya.
2. Gaji tidak masuk akal
Lowongan untuk lulusan SMA tanpa pengalaman dengan gaji jauh di atas rata-rata, apalagi dengan kerja "santai dari rumah", patut dicurigai. Bandingkan dengan lowongan sejenis di Pekalongan dan sekitarnya.
3. Memakai email gratisan
Perusahaan yang sudah mapan umumnya memakai email dengan domain sendiri, misalnya hrd@namaperusahaan.co.id. Email seperti rekrutmen.ptxyz@gmail.com belum tentu palsu (UMKM juga sering memakai Gmail), tapi jadikan alasan untuk mengecek lebih jauh.
4. Nama dan alamat perusahaan tidak jelas
Coba cari nama perusahaannya di Google Maps dan media sosial. Waspadai jika:
- Alamat tidak ditemukan atau ternyata rumah kosong
- Tidak ada jejak perusahaan di internet sama sekali
- Nama perusahaan mirip dengan perusahaan besar, tapi ejaannya sedikit berbeda
5. Undangan interview mendadak tanpa pernah melamar
Kamu tiba-tiba dapat SMS atau WhatsApp "Selamat, Anda lolos seleksi" padahal tidak pernah mengirim lamaran ke perusahaan itu. Biasanya diikuti instruksi menghubungi "travel agent" tertentu untuk memesan tiket. Ini modus lama yang masih sering dipakai.
6. Proses terlalu cepat dan terburu-buru
"Langsung kerja besok", "kuota tinggal 3 orang, segera transfer", atau "tidak perlu interview". Penipu sengaja membuat kamu panik supaya tidak sempat berpikir.
7. Meminta data sensitif di awal
Wajar jika perusahaan meminta CV dan fotokopi ijazah. Tapi hati-hati bila sejak awal diminta:
- Foto KTP sambil memegang KTP (selfie KTP)
- Nomor rekening beserta PIN atau kode OTP
- Foto Kartu Keluarga tanpa alasan jelas
Kode OTP dan PIN tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk yang mengaku HRD.
Langkah aman sebelum melamar
- Cek nama perusahaan di Google, Google Maps, dan media sosial resminya.
- Tanyakan ke teman atau kenalan yang pernah bekerja di sana.
- Datang interview di jam kerja dan di lokasi yang jelas; ajak teman atau beri tahu keluarga.
- Simpan bukti percakapan jika ada hal mencurigakan.
- Cari lowongan dari sumber yang menampilkan nama perusahaan dan kontak dengan jelas.
Kalau masih ragu dengan sebuah lowongan, lebih baik lewatkan saja. Kehilangan satu kesempatan jauh lebih ringan daripada kehilangan uang dan data pribadi.
Sudah siap melamar?
Lihat lowongan kerja terbaru di Pekalongan dan pilih yang sesuai dengan keahlianmu. Semoga cepat dapat kerja!
Sedang cari kerja di Pekalongan?
Lihat lowongan terbaru dari perusahaan di Pekalongan dan sekitarnya.